10 Tahun Wafatnya Nelson Mandela

10 Tahun Wafatnya Nelson Mandela
Inilah foto Nelson Mandela berpelukan dengan Yasser Arafat, 27 Februari 1990. REUTERS/Howard Burditt/File Photo

Nelson Mandela, adalah pendukung perjuangan Bangsa Palestina, yang sekarang belum juga memperoleh kemerdekaannya.
Nelson Mandela meninggal dunia  5 Desember 2019, 10 tahun yang lalu.  Mantan Presiden Afrika Selatan dan pejuang kemanusiaan, Nelson Mandela, meninggal dunia pada usia 95 tahun setelah berjuang melawan kondisi kesehatannya selama beberapa tahun.

 "Bangsa kita telah kehilangan putra terbaiknya. Rakyat kita telah kehilangan seorang ayahnya. Kami melihat dalam dirinya apa yang kami cari dalam diri kami sendiri," kata Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, dikutip dari History. Mandela dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, pejuang hak sipil, pemimpin politik serta simbol integritas dan rekonsiliasi, tak hanya untuk Afrika Selatan, tetapi juga untuk dunia.
Saya pernah menulis konten Mandela yang telah tayang di Kompasiana dengan judul: "Hendaknya 100 Tahun Hari Kelahiran Mandela Menginspirasi Pilpres RI 2019."

Kreator: Dasman Djamaluddin

Sepintas tidak  ada kaitan memperingati 100 tahun hari lahirnya pemimpin kulit hitam Nelson Mandela dengan pencarian figur Presiden Republik Indonesia dalam Piilihan Presiden tahun 2019 mendatang. 

Tetapi melihat figur Nelson Mandela, di mana Perserikatan Bangsa-Bangsa ikut menghormati almarhum, meski hari lahirnya masih seminggu lagi waktu itu,  tetapi dunia bangga. Kita juga di Indonesia ingin mencari figur seperti Nelson Mandela di Pemilihan Presiden tahun 2019 waktu itu. Ya, untuk tahun 2024, sepertinya masih relevan.
Nelson Mandela lahir pada 18 Juli 1918. Tanggal 18 Juli 2018 waktu itu,  genap 100 tahun hari kelahirannya. Ia meninggal pada 5 Desember 2013.

Peristiwa penting yang perlu kita kenang adalah sikapnya yang tanpa kompromi ketika pada tahun 1976, Perdana Menteri Afrika Selatan PW Botha, di mana pemimpinnya masih berkulit putih, menawarkan pembebasan bersyarat dari dirinya, asalkan tidak kembali melakukan kegiatan politik. Apa yang ia jawab ?

"Tidak, saya tidak dapat memberikan sesuatu janji, pada saat saya dan kalian semua tidak dalam keadaan merdeka. Kemerdekaanmu dan kemerdekaanku tidak dapat dipisahkan," jawab Nelson Mandela dengan tegas. Karena keteguhannya itulah, ia tetap ditahan hingga menderita penyakit paru-paru.
Nelson Mandela ditahan selama 27 tahun dan dibebaskan dari penjara pada hari Minggu, 11 Februari 1990, tepat pukul 21.00 WIB dan terlambat satu jam dari rencana semula. Dengan tubuh agak kurus, ia melangkah keluar dari pintu gerbang penjara Victor Verster di kota Paarl, Afrika Selatan. Ia disambut dengan luapan kegembiraan, baik isteri, anak-anak dan sanak keluarga, maupun pendukungnya. Mereka berangkulan sejenak, melepas rasa rindu dan sempat pula meneteskan air mata.

Peristiwa pelepasan Nelson Mandela yang telah mendekam selama 27 tahun, merupakan peristiwa bersejarah buat rakyat kulit hitam Afrika Selatan. Dia lah pejuang yang dengan tabah dan konsekuen berusaha mati-matian memperjuangkan rakyatnya agar hidup bebas dan terlepas dari kungkungan rejim apartheid, yang membedakan warga negara berdasarkan warna kulit di Afrika Selatan.

Nelson Mandela dan rakyatnya waktu itu telah bersatu.Ketegaran sikap dan kekerasan hatinya akhirnya membuahkan hasil.  Waktu itu ketika Afrika Selatan dipimpin F.W. de Klerk, malah ia berbalik mengemukakan syarat-syarat pembebasan bagi dirinya. Itu terjadi sebelum ia dilepas. 

Ketika keyakinan telah tumbuh dalam diri seseorang, maka sulit untuk dihancur-leburkan, bahkan mereka siap mati demi mempertahankan pendirian itu. "Nyawa boleh lepas dari tubuh, tetapi keyakinan tidak," itulah ungkapan seorang martyr.



Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Perjalanan Hidup

MENGHADIRI PROMOSI DOKTOR ILMU SEJARAH RAISYE SOLEH HAGHIA

MENCATAT PERJALANAN KETUA UMUM PP MUSLIMAT NU YANG ADALAH JUGA GUBERNUR JAWA TIMUR KE MASJID AL-KUFAH, IRAK YANG PERNAH SAYA ALAMI TAHUN 2014