PRESTASI SEORANG WARTAWAN




PRESTASI SEORANG WARTAWAN.

Hari ini, 25 Juli 2024, saya baru saja dikirimi oleh Asmarawan (Iwan) B.M.Diah sebuah video ayahnya ketika bertemu Pemimpin Tertinggi Uni Soviet kala itu, yaitu Mikhail Gorbachev.

Saya jadi teringat tulisan saya di Kompasiana berjudul: 

Prestasi Seorang Wartawan
    
Diterbitkan 24 Agustus 2016 12:17 dan diperbarui: 12 Maret 2017 18:00. Saya kutip sebagian tulisan saya tersebut :

Wartawan itu tidak dicetak, tetapi dilahirkan. Itulah ungkapan yang sering kita baca dan dengar tentang wartawan.Tetapi apakah cukup dengan sebutan itu? Tidaklah demikian. Memang benar, wartawan itu dilahirkan. Maksudnya setelah lahir harus terus menerus menjadikan wartawan sebagai pilihan hidupnya, meskipun ia memegang jabatan lain, jadi profesi  kewartawannya tidak pernah berhenti.

Selain itu, seorang wartawan harus mengikuti cara-cara yang berlaku dalam tradisi intelektual. Ia harus memiliki sikap kemandirian intelektual. Artinya, dia melakukan berbagai kegiatan berpikir dengan dorongan dari dalam dirinya sendiri. Selain memiliki berbagai teknik dan ketrampilan untuk bisa menjalankan tugas kewartawanannya, ia harus ber-etika. Untuk apa mengkaderkan seorang wartawan yang cerdas dan berilmu pengetahuan, tetapi tidak ber-etika.
Adalah seorang B.M. Diah atau Burhanudin Mohamad Diah memenuhi syarat - syarat tersebut. Pada 21 Juli 1987 dalam usia 70 tahun dan berpengalaman 50 tahun, ia mendapat kesempatan emas untuk mewawancarai pemimpin salah satu dari dua negara adikuasa yang juga diistilahkan dengan "superpower," yaitu Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet (istilah sekarang Rusia) Mikhail Sergeyevich Gorbachev di Kremlin, Moskwa.

Menurut B.M.Diah, kesempatan untuk mewawancarai ini merupakan tugas puncak yang dilakukan sebagai mahkota bagi seorang wartawan. Ia menulis buku dengan judul demikian yang diterbitkan Pustaka "Merdeka" tahun 1987. Hasil wawancata Pak Diah, khususnya tentang peredaan ketegangan antara Barat dan Timur ini mendapat berbagai sambutan hangat dari berbagai negara dan dipublikasikan di berbagai media di dunia.

 


Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Perjalanan Hidup

MENGHADIRI PROMOSI DOKTOR ILMU SEJARAH RAISYE SOLEH HAGHIA

MENCATAT PERJALANAN KETUA UMUM PP MUSLIMAT NU YANG ADALAH JUGA GUBERNUR JAWA TIMUR KE MASJID AL-KUFAH, IRAK YANG PERNAH SAYA ALAMI TAHUN 2014