Hari Ini, 27 Agustus 2024, Kasus Pembunuhan Vina dan Eky pada 27 Agustus 2016 Masih Berlanjut
Hari ini 27 Agustus 2024. Pada 27 Agustus 2016 terjadi kasus pembunuhan Vina dan Eky. Penyebab pembunuhan Vina dan Eky hingga hari ini belum terungkap. Kedua orang ini ditemukan tergeletak tak bernyawa di flyover Kepongpongan, Talun, Cirebon, Jawa Barat.
Awal Peristiwa
Pada tanggal 27 Agustus 2016, Muhamad Rizky Rudiana dan Vina Dewi Arsita ditemukan tergeletak di atas flyover Kepongpongan, Talun, Kabupaten Cirebon. Awalnya kasus ini diidentifikan oleh Polres Talun sebagai kasus kecelakaan lalu lintas tunggal, namun berubah menjadi kasus pembunuhan (dan pemerkosaan) oleh Polres Cirebon Kota, dengan pelaku 11 orang anggota geng motor. Vonis Pengadilan Negeri Cirebon menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada 7 tersangka, 8 tahun penjara kepada Saka Tatal, sedangkan 3 orang tersangka dinyatakan sebagai buronan.
Adanya 3 buronan berdasarkan keputusan pengadilan tidak ditindaklanjuti hingga tahun 2024, di mana polisi melakukan penangkapan atas Pegi Setiawan yang diidentifikasikan sebagai Pegi alias Perong, sedangkan 2 buronan lain berdasarkan hasil pengadilan dinyatakan fiktif.
Sebelumnya, salah satu anggota geng motor, Egi memang sempat menjalin cinta dengan Vina. Vina saat itu berusia 16 tahun, menolak cinta Egi. Hal ini membuat Egi kesal. Egi menjadi semakin kesal saat mengetahui Vina berencana menikah dengan pacar barunya, Eky, yang merupakan teman dekat Egi sendiri.
Pembunuhan
Pada 27 Agustus 2016 malam, Vina dan Eky berkeliling Cirebon dengan teman-temannya di klub motor. Namun saat hendak melintasi Jalan Perjuangan, pasangan kekasih yang berboncengan itu bertemu dengan geng motor Egi. Ketika mencoba melarikan diri, motor yang dikendarai Eky dilempari batu dan ditendang oleh teman-teman Egi. Selepas ambruk dari motor, Eky dan Vina dipukuli hingga mengalami luka parah.
Menurut hasil otopsi, Vina juga diperkosa secara bergantian oleh 11 anggota geng motor tersebut. Vina diikat, dipukul dan dilindas dengan sepeda motor. Eky yang ingin menolong pun ditumpas oleh para geng motor itu yang membuatnya meninggal di tempat. Setelah melakukan aksi bejatnya, geng motor itu kemudian membuang tubuh Vina dan Eky di jembatan layang agar keduanya tampak seperti mengalami kecelakaan tunggal. Vina dilarikan di rumah sakit dengan keadaan parah, dan setelah dua hari, ia dinyatakan meninggal dunia.
Kasusnya Masih Berlanjut
Kasusnya sekarang semakin berkembang. Dua purnawirawan petinggi Polri, Susno Duadji dan Ricky Sitohang, terlibat friksi cukup panas dalam kasus tewasnya Vina Cirebon. Terbaru, Ricky Sitohang mengkritik keras Susno Duadji, lantaran dianggap telah mencoreng institusi Polri. Sebagaimana diketahui, dalam berbagai kesempatan, Susno kerap mengkritik keras oknum anggota polisi yang menangani kasus tewasnya Vina. Tidak itu saja, Susno juga hadir dalam sidang PK Saka Tatal dalam kapasitasnya sebagai seorang saksi ahli.