Terimakasih Pak Asvi, telah Mengundang Saya untuk Berdiskusi dan Peluncuran Buku: " Mengembalikan Tionghoa Ke Dalam Historiografi Indonesia, " 70 Tahun Asvi Warman Adam
Tahun 2024 menandai 70 tahun Prof. Asvi Warman Adam, sejarawan sekaligus peneliti bidang sejarah sosial politik Indonesia yang telah menorehkan dan menghasilkan karya akademik di bidangnya. Tahun ini juga menandai purna tugas beliau dari Pusat Riset Politik - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) setelah hampir 40 tahun mengabdi dan mengikuti metamorfosis lembaga riset nasional ini, mulai dari Lembaga Riset Kebudayaan Nasional (LRKN), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), hingga kini bernama BRIN.
Prof. Asvi Warman Adam selama ini dikenal dengan karya-karyanya mengenai "Tragedi 1965" dan kontroversinya dalam sejarah Indonesia. Selain itu, beliau juga memberi perhatian mengenai “pelurusan sejarah" pasca-berakhirnya Orde Baru, termasuk dampaknya terhadap etnik Tionghoa.
Asvi Warman Adam (lahir 8 Oktober 1954), selama ini merupakan salah seorang peneliti utama LIPI dan ahli sejarah Indonesia. Asvi selama ini juga dikenal bergelut dalam penulisan sejarah Orde Lama dan Orde Baru.
Asvi merupakan anak dari Adam Sutan Djamaris dan Meimunah. Ibunya merupakan istri pertama dari tiga istri ayahnya. Asvi bersaudara satu ayah dengan Asrif Adam, seorang jaksa tinggi yang terakhir berdinas di Yogyakarta.
Pendidikan:
Asvi merupakan seorang sarjana Sastra Prancis lulusan Universitas Indonesia, setelah sebelumnya menamatkan gelar sarjana muda pada bidang yang sama di Universitas Gadjah Mada. Tahun 1984, dia belajar di École des Hautes Études en Sciences Sociales (EHESS) Paris, hingga meraih gelar doktor pada tahun 1990.[2]
Karya:
- Studi Perdagangan Dan Investasi Di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Dan Sulawesi Utara, 1998
- Sejarah Lisan Di Asia Tenggara: Teori Dan Metode, 2000
- Soeharto Sisi Gelap Sejarah Indonesia, 2004
- Menggugat Historiografi Indonesia, 2005
Soeharto Sehat, 2006
- Pelurusan Sejarah Indonesia, 2007
Seabad Kontroversi Sejarah, 2007
Sejarah Yang Memihak: Mengenang Sartono Kartodirdjo, 2008
- Orang-orang Dibalik Tragedi 1965, 2009
Sarwono Prawirohardjo: Pembangun Institusi Ilmu Pengetahuan di Indonesia, 2009
- Membongkar Manipulasi Sejarah: Kontroversi Pelaku dan Peristiwa, 2009
- Bung Karno Dibunuh Tiga Kali?: Tragedi Bapak Bangsa Tragedi Indonesia, 2010
- Menguak Misteri Sejarah, 2010
- Memoar Sidarto Danusubroto, Ajudan Bung Karno: Sisi Sejarah Yang Hilang, Masa Transisi di Seputar Supersemar, 2013