Tonnio Irnawan Sahabat Saya di Group Kompas
Tonnio Irnawan Sahabat Saya di Group Kompas
Saya baru-baru ini dikirimi sebuah buku oleh sahabat saya Tonnio Irbawan. Berkenalan dengannya ketika bergabung di Kelompok Harian "Kompas," (Persda), 15 Maret 1989 s/d 17 Juni 1990). Khusus saya hanya di situ sebentar, karena pindah lagi ke H
Tetapi saya juga baru dikirimi suasana
Konferensin Internasional di India, yang dibuka 25 November 2024 oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.Konferensi Global ICA 2024 diselenggarakan di India untuk pertama kalinya dalam 130 tahun ! New Delhi menjadi tuan rumah bagi para koperasi dari seluruh dunia, yan menjajaki peran koperasi dalam menciptakan masa depan kolektif, damai, dan sejahtera bagi semua.
Terjadi pembicara yang inspiratif dan debat panel yang provokatif, dan para delegasi bersama-sama menciptakan visi dan strategi koperasi selama beberapa sesi diskusi. Tema konferensi: " Koperasi Membangun Kemakmuran untuk Semua ," merayakan koperasi sebagai perusahaan yang berpusat pada orang, berorientasi pada tujuan, dan berorientasi pada kemajuan.
Acara diresmikan oleh Perdana Menteri yang terhormat Shri Narendra Modi . Acara juga dihadiri secara khusus oleh Menteri Dalam Negeri dan Koperasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Shri Amit Shah .
...dan dimulainya Tahun Koperasi Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa 2025!
Acara ini secara resmi meluncurkan Tahun Koperasi Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa 2025 (IYC2025) di hadapan para pemimpin, akademisi, dan praktisi global. IYC mengangkat tema “Koperasi Membangun Dunia yang Lebih Baik” , untuk menginspirasi para koperasi di seluruh dunia agar bekerja sama untuk memperkuat gerakan koperasi internasional, yang mana ICA merupakan jantungnya.
Konferensi Global diselenggarakan oleh Koperasi Pupuk Petani India (IFFCO) dan 18 organisasi anggota ICA di India.
Ingat India, Ingat Taj Mahal
Taj Mahal dibangun di tepi Sungai Yamuna di Kota Agra. Pada abad ke-17, kawasan ini merupakan lokasi taman dan istana kekaisaran Mughal yang terpandang. Sungai Yamuna sendiri merupakan anak sungai dari Sungai Gangga yang dianggap suci oleh masyarakat Hindu di India.
Struktur bangunan Taj Mahal merupakan perpaduan arsitektur Hindu dan Islam. Proses pembangunan Taj Mahal memakan waktu lebih dari 20 tahun untuk menyelesaikannya. Selain itu, Taj Mahal diperkirakan dibangun oleh sekitar 20.000 orang.
Kembali ke masalahn Tonnio. Setelah saya berpisah, karena eksodus ke Harian "Pelita," manajemen baru pimpinan H. Azzkarmin Zaini, 30 Juni s/d 23 Desember 1990. Setelah itu, saya bergabung dengan Harian "Sriwijaya Post," kelompok Persda di Palembang, s/d 15 September 1991.
Atas jasa wartawan senior harian "Kompas," Valens Goa Doy, saya diterima di harian "Sriwijaya Post," di Palembang. Saya memakai kalimat "berkat jasa," karena sebelumnya saya pun sudah bergabung di Kelompok Penerbitan Kompas di Jakarta setelah Majalah "TOPIK," (kelompok Merdeka pimpinan Burhanudin Mohamad Diah) tidak terbit lagi. Saya bergabung di Kelompok Kompas (dulu namanya Pers Daerah) pada tanggal 15 Maret 1989 hingga 17 Juni 1990. Singkat sekali, karena saya kemudian bergabung dengan mantan wartawan "Kompas," Sudirman Tebba, Purnama Kusumaningrat dan seorang lagi Zaili Asril di bawah pimpinan mantan Sekretaris Redaksi harian "Kompas," Azkarmin Zaini ke harian "Pelita" manajemen baru.
Harian "Pelita," gagal berkembang dan Azkarmin Zaini kemudian menjadi Direktur News, Sports & Corporate Communications televisi ANTV dan salah satu wartawan senior Indonesia. Sebelumnya dia menjabat sebagai Pemimpin Redaksi ANTV sejak jaringan televisi itu berdiri tahun 1993 - 2005 dan pada tahun 2007 - 2010.
Waktu saya ingin pindah ke harian "Pelita " manajemen baru wartawan di Grup "Kompas," Raymond Toruan menemui saya dan disinilah saya kenal baik dengan wartawan senior Grup Kompas, "The Jakarta Post," yang juga ikut mengurusi Pers Daerah "Kompas" waktu itu.
Akan halnya wartawan senior "Kompas," Valens Goa Doy," dari beliaulah saya belajar kebaikan sebuah hati. Mana mungkin bila seseorang sudah menyatakan mengundurkan diri, kemudian kembali ingin bergabung, kembali diterima. Itulah dia Valens Goa Doy.
Ketika terdengar wartawan senior Valens Goa Doy itu menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 21.30 Wita, Selasa 3 Mei 2005, saya berdoa semoga wartawan baik itu sudah hidup damai di alam sana.
Hubungan saya meski tidak lagi terjalin melalui dunia jurnalistik dengan Grup Kompas, tetapi hubungan itu terjalin melalui penulisan buku. Terakhir saya menerbitkan buku sebagai editor buku: "Catatan B.M. Diah," yang diterbitkan Yayasan Pustaka Obor Indonesia, tahun 2018. Meski tidak terlihat peranan Penerbit Kompas, sesungguhnya kedua penerbitan ini bekerjasama.
Juga buku saya "Jenderal TNI Anumerta Basoeki Rachmat dan Supesemar" diterbitkan Grasindo dua kali, yaitu tahun 1998 dan diterbitkan lagi tahun 2008. Grasindo adalah PT. Gramedia Widiasarana Indonesia beralamat di Gedung Kompas Gramedia.
Menariknya yaitu ketika menulis buku: "Rais Abin, Panglima Pasukan PBB di Timur Tengah 1976-1979" (Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2012), waktu itu Pemimpin Umum Harian Kompas Jacob Oetama bersedia menulis "Sekapur Sirih," dalam buku tersebut.
Lebih menarik lagi pada hari Kamis, 26 Juli 2012, saya diajak Ketua Umum Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Rais Abin menemui Pemimpin Umum dan Pendiri Harian "Kompas" Dr (HC) Jakob Oetama. Saya merasa bangga karena bisa menyaksikan kedua sahabat yang sezaman ini bersenda gurau di lantai VI Harian "Kompas." Usia Jakob Oetama, tidak begitu jauh terpaut dengan Rais Abin karena beliau lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931.
Jakob Oetama sangat konsisten dengan tugasnya sebagai wartawan. Waktu itu ia merupakan Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia. Seorang rekan pernah membisiki saya, apakah benar atau tidak informasi itu bahwa pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, beliau pernah ditawari jabatan Menteri Penerangan RI oleh Harmoko? Memang benar tawaran tersebut, tetapi Jakob Oetama menolak.
Pada waktu pembicaraan ini, Jakob Oetama ditemani Redaktur Senior Kompas August Parengkuan yang kemudian dipercaya menjadi Duta Besar RI untuk Italia.
Di Palembang, saya menelpon Pemimpin Umum/ Redaksi Burhanudin Mohamad (B.M) Diah, di mana sebelumnya saya pernah menjadi Redaktur Pelaksana Majalah "TOPIK," (Kelompok Harian "Merdeka"), 1 Juni 1985 s/d 1 April 1988).
Kembali ke cerita sahabat saya Tonnio Irnawan, baru-baru ini ia menulis buku biografi berjudul: "Courage Makes History," otobiografi Robby Tulus, ditulis oleh sahabat saya itu, Tonnio Irnawan. Banyak hal menarik ditulis Tonnio dalam sebuah catatannya, dari halaman 1 s/d 4. Buku ini ditulis 263 halaman.