Mengenang Hari Kelahiran Azyumardi Azra, 4 Maret 1955

Mengenang Hari Kelahiran Azyumardi Azra, 4 Maret 1955

Tks pak Dasman. Slm, itu adalah jawaban Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, M.Phil., M.A., CBE. kepada  saya ketika saya menyampaikan selamat atas terpilihnya ia sebagai Ketua Dewan Pers periode 2022-2025.

Waktu itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberhentikan keanggotaan Dewan Pers periode 2019-2022 sekaligus mengangkat keanggotaan baru periode 2022-2025 melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 14/M Tahun 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pers.

Acara serah terima jabatan (sertijab) anggota Dewan Pers periode 2022-2025 ini dilaksanakan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, pada Rabu, 18 Mei 2022 malam.

Dewan Pers periode ini dipimpin oleh Azyumardi Azra. Ada delapan anggota lain yang membantu Azyumardi Azra.

Azyumardi Azra CBE, lahir tepat pada 4 Maret 1955. Hari ini 4 Maret 2025. Tetapi ia telah tiada pada   18 September 2022. Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, CBE lahir tepat pada 4 Maret 1955. Hari ini 4 Maret 2025. Tetapi ia telah tiada pada   18 September 2022. 

Ia adalah akademisi Muslim asal Indonesia. Lebih lengkapnya, ia lahir di Padang Pariaman, Sumatera Barat. Ia juga dikenal sebagai cendekiawan muslim. Pernah sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1998 dan mengakhirinya pada 2006.
Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra ini telah  meninggal dunia di Rumah Sakit Serdang di Selangor Malaysia. KBRI Kuala Lumpur menyebut sejatinya Azyumardi Azra akan menghadiri acara Konferensi Internasional Kosmopolitan Islam di Selangor, Malaysia.
KBRI Kuala Lumpur menerangkan acara itu digelar Sabtu, 17 September 2022 oleh Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM). Sebelumnya direncanakan,  Azyumardi Azra akan menjadi pembicara dalam acara tersebut.

“Prof Azyumardi Azra direncanakan semula untuk menghadiri sebagai narasumber pada Konferensi Internasional Kosmopolitan Islam yang dilaksanakan di Selangor, Malaysia, pada 17 September 2022 yang diselenggarakan oleh Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM). Tokoh pers Malaysia juga berkesempatan menjenguk dia pada saat dirawat,” kata KBRI Kuala Lumpur dalam keterangan pers, Minggu, 18 September 2022.

Juga berdasarkan surat kematian Rumah Sakit Serdang, penyebab meninggalnya Azyumardi Azra adalah serangan jantung.

Dunia pendidikan tinggi waktu itu  diselimuti kabar duka, karena Prof. Azyumardi Azra, Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta (UIN Jakarta) yang juga merupakan Ketua Dewan Pers,  meninggal dunia pada Minggu, 18 September 2022 dalam usia 67 tahun. Setelah sebelumnya dikabarkan dalam kunjungan kerjanya di Malaysia Prof. Azra mengalami gangguan Kesehatan dan menjalani perawatan intensif oleh tim dokter di Rumah Sakit Serdang, Selangor, Malaysia.

Berdasarkan rilis dari KBRI Kuala Lumpur, Senin,  19 September 2022,  jenazah almarhum Prof. Azra sedang diproses untuk dapat dipulangkan ke Indonesia. Kelengkapan dokumen yang diperlukan tengah diurus oleh pihak KBRI. 

Berpulangnya Prof. Azra mendapat perhatian tinggi dari pemerintah, masyarakat, hingga media massa di Malaysia. Sejumlah tokoh menyempatkan waktu melakukan kunjungan serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan Duta Besar RI untuk Malaysia. Semasa hidupnya, almarhum dikenal luas sebagai intelektual muslim terpandang yang juga miliki banyak sahabat di negeri jiran Malaysia.

Prof. Azra adalah aktivis 
HMI Ciputat dan merangkap jadi wartawan majalah Panji Masyarakat di bawah asuhan Buya Hamka. Ia memang  punya visi dan determinasi kuat untuk tumbuh jadi ilmuwan dan dibuktikan dengan meraih doktor Ilmu Sejarah di Universitas Columbia. 
Azyumardi Azra adalah akademisi dan cendekiawan muslim Indonesia. Ia menjabat Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta antara 1998 hingga 2006. Pada 2010, ia memperoleh gelar kehormatan Commander of the Order of British Empire, dari Kerajaan Inggris. Pada 2022, ia terpilih menjadi Ketua Dewan Pers periode 2022-2025.

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Perjalanan Hidup

MENGHADIRI PROMOSI DOKTOR ILMU SEJARAH RAISYE SOLEH HAGHIA

MENCATAT PERJALANAN KETUA UMUM PP MUSLIMAT NU YANG ADALAH JUGA GUBERNUR JAWA TIMUR KE MASJID AL-KUFAH, IRAK YANG PERNAH SAYA ALAMI TAHUN 2014