Selamat Hari Ulang Tahun Kota Depok ke-26


Selamat Hari Jadi Kota Depok ke-26

Sebagai warga Kota Depok, yang tinggal di Jl.Kemang No.20 RT.004/RW.002, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos,  Depok, saya mengucapkan: "Selamat Hari Ulang Tahun ke-26 Kota Depok.

Kota Depok secara resmi terbentuk pada 27 April 1999 berdasarkan Undang-Undang No. 15 tahun 1999. Sebelumnya, Depok merupakan bagian dari Kabupaten Bogor dan kemudian menjadi Kota Administratif sebelum diresmikan menjadi kota mandiri. Sejarah Depok berawal dari perkebunan pribadi yang dikembangkan oleh Cornelis Chastelein pada akhir abad ke-17. 
Perkembangan Sejarah Depok:

1. Awal Mula:

Depok dimulai sebagai sebuah perkebunan milik Cornelis Chastelein, seorang pejabat VOC. Chastelein mengembangkan wilayah tersebut dengan menanam kakao, jeruk, dan belimbing, dan juga membawa budak-budak untuk bekerja di perkebunan. 

2. Kawasan Perumahan:

Pada tahun 1976, mulai dibangun perumahan oleh Perum Perumnas dan pengembang swasta, diikuti dengan pembangunan kampus Universitas Indonesia (UI). 

3. Kota Mandiri:
Dengan pesatnya perkembangan dan urbanisasi, Depok diresmikan sebagai Kota Administratif pada tanggal 27 April 1999, kemudian menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Depok. 

4. Peresmian:

Peresmian Kota Depok dilakukan bersamaan dengan pelantikan Walikota Administratif Depok, Drs. H. Badrul Kamal. 

5. Wilayah:

Kota Depok terbentuk dari wilayah Kota Administratif Depok dengan tambahan wilayah dari Kecamatan Limo, Kecamatan Cimanggis, dan Kecamatan Sawangan, serta sebagian desa dari Kecamatan Bojonggede.
 
Nama Depok:

Nama Depok memiliki beberapa versi asal-usul, salah satunya berkaitan dengan kegiatan Cornelis Chastelein yang mengristenkan para budaknya dan mendirikan gereja serta sekolah Kristen.

 Nama Depok juga dikaitkan dengan singkatan "De Eerste Protestantse Organisatie van Kristenen" (Organisasi Kristen Protestan Pertama). Versi lain menyebutkan bahwa Depok berasal dari kata "padepokan" yang berarti tempat pertapaan atau tempat tinggal.

Beberapa buku yang membahas sejarah Kota Depok meliputi buku "Sejarah Depok 1950-1990-an" yang diterbitkan oleh Yayasan Pustaka Obor Indonesia, buku "Digitalisasi Depok Lama: Sejarah, Peristiwa, dan Tinggalan Materinya" yang diterbitkan oleh LeutikaPrio, dan "Kota Depok: Konteks Sejarah dan Dinamika Sosial Politik Awal Terbentuk" yang membahas sejarah Kota Depok dari era kolonial hingga sekarang. 

Berikut adalah beberapa buku yang lebih detail:

Sejarah Depok 1950-1990-an:
Buku ini membahas perkembangan Depok dari tahun 1950 hingga 1990-an, mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, politik, dan pembangunan. 
Digitalisasi Depok Lama: Sejarah, Peristiwa, dan Tinggalan Materinya:
Buku ini memfokuskan pada pendokumentasian dan pelestarian bangunan bersejarah di Depok Lama, serta potensi ekonomi kreatif dan pariwisata yang dapat dikembangkan. 

Kota Depok: Konteks Sejarah dan Dinamika Sosial Politik Awal Terbentuk:
Buku ini memberikan analisis mendalam tentang sejarah Depok, mulai dari era kolonial hingga dinamika sosial dan politik di masa kini. 

Ensiklopedia Kota Depok:
Buku ini memberikan gambaran komprehensif tentang berbagai aspek Kota Depok, termasuk sejarah, budaya, pariwisata, dan kuliner. 

Kota Depok: Sejarah dan Hari Jadinya:
Artikel ini membahas sejarah Kota Depok dan perayaan hari jadinya, termasuk asal-usul nama Depok. 

Jejak Masa Lalu Depok: Warisan Cornelis Chastelein (1657-1714) kepada Para:
Buku ini membahas tentang sejarah Depok dan kontribusi Cornelis Chastelein, seorang tokoh kolonial yang memiliki peran penting dalam sejarah Depok. 

Sejarah Depok dalam Buku Novel Fanny Jonathans Poyk, Bertemu Ayah dan Masa Penjajahan:
Artikel di ruzka.republika.co.id membahas bagaimana novel ini menceritakan perjuangan seorang ibu dalam menghidupi keluarganya di masa penjajahan. 
Selain buku-buku tersebut, ada juga berbagai artikel dan sumber online yang membahas sejarah Kota Depok, seperti yang terdapat di situs web Dinas Kesehatan Kota Depok, fisip.uinjkt.ac.id, dan Traveloka.

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Perjalanan Hidup

MENGHADIRI PROMOSI DOKTOR ILMU SEJARAH RAISYE SOLEH HAGHIA

MENCATAT PERJALANAN KETUA UMUM PP MUSLIMAT NU YANG ADALAH JUGA GUBERNUR JAWA TIMUR KE MASJID AL-KUFAH, IRAK YANG PERNAH SAYA ALAMI TAHUN 2014