SELAMAT JALAN SAHABAT MULYAWAN KARIM

Kenangan ketika menghadiri sebuah diskusi di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI), Depok. Sebelah kiri (Dosen S2 Ilmu Sejarah saya, Mulyawan Karim dan saya (Dasman Djamaluddin)

SELAMAT JALAN SAHABAT MULYAWAN KARIM

Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji'un
Telah mendahului kita, sahabat Mulyawan Karim, pensiunan wartawan Harian "Kompas ." Ia meninggal pada Rabu, 21 Mei 2025. Selama ini semangatnya untuk menggali budaya daerah pelosok selalu terkenang. Pensiunan wartawan Harian "Kompas, " Mulyawan Karim (69) atau yang akrab disapa Mas Muke, berpulang pada Rabu,  21 Mei 2025. 

"Tak ada yang abadi, Kawan. Semua akan berakhir. Semua akan habis, hilang dan hilang. Dan pada saat-saat itu, hanya penyesalan yang tak henti-hentinya menghinggapi kita, mengapa kita terjatuh dalam tipuannya?"

Inilah sebagian tulisan Aya Ummu Najwa
(Kontributor NarasiPost.Com) yang saya kutip dari NarasiPost.Com.

Tak ada yang abadi. Kita pasti sering mendengar kalimat ini. Bahkan banyak judul buku, tulisan, juga lagu dengan kalimat itu. Kalimat yang sejatinya menggambarkan hakikat segala sesuatu yang ada di dunia ini serba tak abadi, alias fana.

Semua hanya sementara, tak ada yang selamanya. Semua akan rusak tak ada yang sempurna. Semua akan berakhir tak ada yang kekal. Begitulah kehidupan dunia. Hidup kita, keluarga, kekayaan, jabatan, suka dan duka, bahkan cinta. Semua ada batas pada akhirnya. Semua ada masanya.

Yang hidup akan mati, yang muda akan tua. Yang di atas adakalanya akan berada di bawah, begitu pula sebaliknya. Waktu terus bergulir, roda kehidupan akan terus berputar hingga saatnya ia harus berhenti. Kita sangat paham akan kalimat ini, namun mengapa kita selalu lupa dan senang berbuat sekehendak hati? Menganggap semua tak akan berakhir dan abadi. Bahwa kita akan mati, dan semua akan ditanya.

Padahal Rasulullah sendiri pernah menasihati kita dengan nasihat yang sangat luar biasa dari malaikat Jibril, tentang kehidupan dunia yang serba terbatas. Dari Sahl bin Sa'd berkata bahwa Rasulullah bersabda dalam hadis riwayat Ath-Thabarani dalam Al-Mu'jam Al-Ausath No. 4278, “Jibril mendatangiku kemudian ia berkata, 'Wahai Muhammad! Hiduplah sesuka hatimu, tapi ingat sesungguhnya kamu akan mati, mencintailah siapa yang kamu mau, tapi ingat pula seluruhnya kamu akan berpisah dengannya, dan melakukanlah sekehendakmu, namun ingat pula kamu akan dibalas nanti. Wahai Muhammad! Mulianya seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari untuk salat, dan kegagahannya adalah ketidaktergantungannya terhadap manusia.'”

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Perjalanan Hidup

MENGHADIRI PROMOSI DOKTOR ILMU SEJARAH RAISYE SOLEH HAGHIA

MENCATAT PERJALANAN KETUA UMUM PP MUSLIMAT NU YANG ADALAH JUGA GUBERNUR JAWA TIMUR KE MASJID AL-KUFAH, IRAK YANG PERNAH SAYA ALAMI TAHUN 2014