SELAMAT HARI LAHIR BUNG KARNO HARI INI 6 JUNI 2025
Bung, hari ini adalah hari lahirmu, tanggal 6 Juni. Engkau telah tiada, tetapi kami tetap menghormatimu. Engkau pula memperkenalkan kata "Bung," kata akrab sesama pejuang. Tidak ada birokrasi antara pemimpin dan rakyatnya. Setiap pagi engkau undang rakyat ke Istana bercerita tentang masa depan bangsa ini.
Engkau pernah marah-marah ketika bangunan Hotel Indonesia tidak sesuai dengan rencana. Engkau menyelinap tanpa mempedulikan protokoler yang ada, demi mendekati rakyat pada malam hari. Engkau merasakan denyut hati rakyat. Engkau minum dan makan sebagaimana rakyat di pinggir jalan, di warung warung.Engkau mengingatkan kami akan kebesaran bangsa dan negara ini.
Kebesaran Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Kebesaran bangsa ini di tengah tengah dunia internasional. Engkau memperkenalkannya ke seluruh dunia tentang Indonesia, tentang rakyatnya. Kami bangga Bung, engkau memperkenalkan Pancasila di muka Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Engkau menawarkan konsep Pancasila kepada mereka. Semua hadirin berdecak kagum akan seorang Soekarnonya.
Suatu ketika, saya pernah membaca keyakinanmu akan Sang Pencipta di dalam penjara Belanda. Hari itu, engkau mendengar akan dihukum. Tetapi engkau percaya Sang Pencipta melebihi siapa pun. Engkau tak percaya perkataan manusia, tetapi lebih percaya firman Allah SWT. Akhirnya, engkau selamat, karena doamu.
Pernah engkau berkata, "Ya Allah, jadikan tangan, kaki dan hatiku bersamaMu. Ya Allah, aku mengabdi akan kebesaranMu. Semoga semuanya bermanfaat untuk bangsa dan negara".
Tentang hari lahirmu, engkau pernah mengatakan kepada penulis biografi bukumu Cindy Adams: "Hari lahirku ditandai oleh angka serba enam. Tanggal enam bulan enam. Adalah menjadi nasibku yang paling baik untuk dilahirkan dengan bintang Gemini, lambang kekembaran. Dan memang itulah aku sesungguhnya.
Dua sifatku yang berlawanan. Aku bisa lunak dan aku bisa cerewet. Aku bisa keras, laksana baja dan aku bisa lembut berirama. Pembawaanku adalah paduan dari pada pikiran sehat dan getaran perasaan. Aku seorang yang suka memaafkan, akan tetapi aku pun seorang yang keras kepala. Aku menjebloskan musuh musuh negara ke belakang jerajak-besi, namun demikian, aku tidak sampai hati membiarkan burung terkurung di dalam sangkar."
Selamat hari lahir Bung. Namamu tetap abadi selama bangsa dan negara ini masih berdiri. Abadi di setiap hati bangsa Indonesia. Namamu tetap dibacakan setiap tanggal 17 Agustus ketika kita membacakan Proklamasi Kemerdekaan bangsa ini. Sekali lagi, selamat ulang tahun Bung.