MEMPERINGATI HARI LAHIR ADAM MALIK, 22 JULI, APAKAH IA AGEN CIA?



MEMPERINGATI HARI LAHIR ADAM MALIK, 22 JULI, APAKAH IA AGEN CIA ?

Adam Malik lahir di bulan Juli, tanggal 22 Juli 1917. Meninggal dunia, 5 September 1984. Ia  adalah seorang politikus Indonesia dan mantan jurnalis yang menjabat sebagai wakil presiden ketiga. Sebelumnya ia menjabat sebagai ketua parlemen, menteri luar negeri, presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan jurnalis.

Saya pernah menulis di Kompasiana tentang Almarhum Adam Malik tanggal 6 September 2018.

Adam Malik adalah putera asli Penatangsiantar, Sumatera Utara. Lahir pada tanggal 22 Juli 1917. Ia bernama lengkap Adam Malik Batubara, tetapi lebih populer dengan panggilan hanya Adam Malik.

Benar,  Adam Malik pernah dikaitkan dengan Agen Rahasia Amerika Serikat, CIA (Central Intelligence Agency). Tuduhan itu diungkapkan dalam buku seorang wartawan “The New York Times,” bernama Tim Weiner berjudul: “Kegacy of Ashes: The History of the CIA, 2007. 

Tentu saja para pengamat politik dan aparatur pemerintah Indonesia membantahnya. Tahun itu juga saya bekerja di Majalah "Biografi Politik," sebagai redaktur senior. Di edisi 2009, saya nenulis khusus tentang Adam Malik. Ada beberapa orang yang saya hampiri antara kedua anak Adam Malik, Otto Malik dan Antarini Malik. Keduanya berpendapat, bahwa "tidak mungkin ayah saya Agen CIA."


Otto Malik mengatakan kepada saya, ayahnya tidak mungkin menjadi Agen CIA. Memang ayah saya penggemar sejarah Rusia, karena dia pernah menjabat Duta Besar di sana. Ia pengagum Trotsky. Pencetus Revolusi Rusia 1917. Otto tidak heran, jika ayahnya memberi nama Trotsky dan nanti berubah menjadi Otto Malik.

Adik Otto ke dua pun sama. Diberi nama Subakat yang diambil dari nama orang kepercayaan Tan Malaka. Belakangan nama adiknya diubah menjadi Imron Malik. Otto menjelaskan bahwa ayah pengagum Soekarno dan Tan Malaka, pendiri Partai Murba. Ia mendapatkan buku-buku Tan Malaka yang diselundupkan dari Singapura melalui kelompok pergerakan di Pematangsiantar.


Antarini Malik adalah putri bungsu Adam Malik. Pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dari Partai Golkar. Ia pun tidak percaya ayahnya Agen CIA. 

Memang semua negara waktu itu dekat dengan Amerika Serikat, termasuk Indonesia. Sebagai upaya agar tidak mempengaruhi Uni Soviet maupun Republik Rakyat Tiongkok, untuk mengkomuniskan suatu negara, maka Amerika Serikat mendekati negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sekali lagi dekat bukan berarti warga yang berada didekatnya seperti Adam Malik harus menjadi agen CIA.

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Perjalanan Hidup

MENGHADIRI PROMOSI DOKTOR ILMU SEJARAH RAISYE SOLEH HAGHIA

MENCATAT PERJALANAN KETUA UMUM PP MUSLIMAT NU YANG ADALAH JUGA GUBERNUR JAWA TIMUR KE MASJID AL-KUFAH, IRAK YANG PERNAH SAYA ALAMI TAHUN 2014