MENGENANG HARI VETERAN NASIONAL 10 AGUSTUS


MENGENANG HARI VETERAN NASIONAL 10 AGUSTUS 

Mengenang Hari Veteran Nasional yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus menjadi momen bersejarah yang patut diperingati. Hari peringatan ini telah diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Hari Veteran Nasional.

Saat ini, hanya terdapat satu organisasi resmi yang menaungi para Veteran Nasional Indonesia yaitu Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Para anggotanya terdiri dari para pejuang kemerdekaan yang membantu penegakan kemerdekaan Bangsa Indonesia.


Sama halnya dengan Amerika Serikat.  Pesiden Amerika Serikat selalu  meletakan karangan bunga saat berlangsungnya peringatan Hari Veteran Amerika Serikat di Madison Square Park, New York, pada 11 November.

Hari Veteran Nasional RI

Setiap tanggal 10 Agustus, sejak tahun 1949, para Veteran yang masih hidup dan setiap bangsa Indonesia yang tidak akan melupakan jasa-jasa pahlawannya sudah pasti ikut mengenang jasa-jasa beliau yang mengorbankan nyawanya untuk kita yang masih hidup dan bisa menikmati hasil pengorbanan mereka. Presiden pertama RI, Ir. H. Soekarno atau biasa disebut Bung Karno juga pernah mengatakan: “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah.”

Hari Veteran Nasional merupakan hari yang sangat penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, karena hari ini adalah hari disepakatinya persetujuan gencatan senjata antara pemerintah RI dengan pemerintah Kerajaan Belanda di tahun 1949, yang memberlakukan mulai pukul 24.00 WIB.

Pada waktu itu, soerangan umum merebut kota Solo yang sudah dimulai tanggal 7 Agustus 1948 di bawah pimpinan Letkol Slamet Rijadi menjadi landasan kesepakatan bahwa 10 Agustus 1949 menjadi Hari Veteran Nasional.

Pertempuran sengit terus berkobar dari pagi hingga tengah malam tanggal 10 Agustus 1949. Pukul 24.00 WIB, semua pihak yang terlibat menghentikan pertempuran.

Gencatan senjata antara Tentara Nasional Indonesia dengan Tentara Kerajaan Belanda telah mengakhiri perjuangan panjang menegakkan dan menjaga kemerdekaan Indonesia, sehingga berdiri Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan kokohnya. Hari bersejarah tanggal 10 Agustus 1949 itu, kemudian ditetapkan oleh pemerintah sebagai Hari Veteran Nasional.

Pada peringatan Hari Veteran Nasional tahun 1965, Presiden Soekarno sendiri berpesan:

“Tanggal 10 Agustus adalah hari peringatanmu, Hari Veteran Nasional. Memang veteran adalah milik nasional. Satu gelar agung yang dianugerahkan oleh rakyat kepadamu sebagai penghargaan atas perjuangan dan pengorbananmu di masa Revolusi Fisik.”

Siapa Slamet Rijadi

Brigjen Ignatius Slamet Rijadi  (Ejaan Sempurna:Ignatius Slamet Riyadi; 26 Juli 1927 – 4 November 1950) adalah seorang prajurit Indonesia.

Rijadi pada tahun 1949. Ia Pahlawan Nasional Indonesia. Rijadi lahir di Surakarta , Jawa Tengah , dari seorang tentara dan penjual buah. Rijadi "Dijual" kepada pamannya dan berganti nama saat balita untuk menyembuhkan penyakitnya. Rijadi dibesarkan di rumah orang tuanya dan belajar di sekolah-sekolah yang dikelola Belanda. 

Setelah pendudukan Jepang di Hindia Belanda , Rijadi belajar di akademi pelaut yang dikelola Jepang dan bekerja di sana setelah lulus; ia meninggalkan tentara Jepang menjelang akhir Perang Dunia II dan membantu operasi perlawanan selama sisa pendudukan.

Setelah kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Rijadi memimpin pasukan Indonesia di wilayah Surakarta selama revolusi melawan Belanda yang kembali. Dimulai dengan kampanye gerilya, pada tahun 1947, ketika ia berjuang melawan serangan Belanda di Ambarawa dan Semarang , ia memimpin Resimen ke-26. Selama serangan Belanda kedua , Rijadi kehilangan kendali atas kota tersebut tetapi segera merebutnya kembali , kemudian memimpin serangan balasan di Jawa Barat .

Pada tahun 1950, setelah berakhirnya revolusi, Rijadi dikirim ke Maluku untuk memadamkan pemberontakan . Setelah beberapa bulan perencanaan dan sebulan melintasi Pulau Ambon , Rijadi terbunuh menjelang akhir operasi oleh peluru yang memantul.

Sejak wafatnya, Rijadi telah menerima banyak penghargaan. Jalan utama di Surakarta dinamai menurut namanya, begitu pula sebuah fregat di Angkatan Laut Indonesia , KRI Slamet Riyadi . Setelah dianugerahi beberapa medali secara anumerta pada tahun 1961, Rijadi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada 9 November 2007.

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Perjalanan Hidup

MENGHADIRI PROMOSI DOKTOR ILMU SEJARAH RAISYE SOLEH HAGHIA

MENCATAT PERJALANAN KETUA UMUM PP MUSLIMAT NU YANG ADALAH JUGA GUBERNUR JAWA TIMUR KE MASJID AL-KUFAH, IRAK YANG PERNAH SAYA ALAMI TAHUN 2014