TOKOH HMI ACHMAD TIRTOSUDIRO DI MATA EKO ARISANDI
TOKOH HMI ACHMAD TIRTOSUDIRO DI MATA EKO ARISANDI
Tokoh pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sekaligus mantan Ketua Dewan Pertimbangan Agung Letnan Jenderal (Purn) Achmad Tirtosudiro meninggal dunia. Achmad Tirtosudiro menghembuskan nafas terakhirnya Rabu, 9 Maret 2011, sekitar pukul 00.15 WIB.
Hari ini, Sabtu, 22 November 2025, saya menerima catatan dari Eko Arisandi, Alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, sebuah perguruan tinggi negeri berbasis keislaman dan umum yang terletak di Tangerang Selatan, tentang wafatnya Achmad Tirtosudiro
Menurut Eko Arisandi, tulisan saya itu berawal dari keingintahuan saya, beberapa hari setelah wafat pak Achmad Tirto. Saya cari semua koran, waktu itu msh blm banyak berita onlie, tidak ada ulasan tentang pak Achmad, selain berita wafat beliau.
Semua anak HMI terutama, mengenal pak Achmad Tirto hanya mendengar namanya, tetapi masih asing tentang kehidupan, kiprah, dan perannya. Sedikit sekali buku yg secarah utuh menceritakan beliau, mungkin bisa dikatakan buku "Kenangan 70 tahun Achmad Tirtosudiro: Profil Prajurit Pengabdi" terbit 1992, adalah buku pertama, atau mungkin satu-satunya yang menjelaskan "Siapa pak Achmad Tirto?" Buku ini disunting oleh Ahmad Zacky Siradj, pewawancara Ahmad Zacky Siradj, Dasman Djamaluddin, Toto Izul Fatah.
Saya, menurut Eko Arisandi, menemukan buku itu di kantor HMI Cabang Ciputat, sebagai pengurus kami memang tinggal di kantor sekretariat. Saya coba--meski sebenarnye iseng karena tidak ada pengalaman--tulisan dari bacaan terhadap buku itu dan kirim ke Koran Pelita. Koran ini setiap pagi dikirim ke kantor HMI.
Beberapa hari berikutnya, saya, jelas Eko Arisandi, kaget, tema-teman HMI ramai membicarakan ada tulisan saya di Pelita. Rupanya tulisan saya dimuat, bahkan bersambung sampai 2 hari. Ini lah tulisan pertama saya yang dimuat di Koran.