SADDAM HUSSEIN (DIKUTIP DARI GOOGLE DAN FOTO DARI ARSIP PRIBADI)

SADDAM HUSSEIN (DIKUTIP DARI GOOGLE DAN FOTO DARI ARSIP PRIBADI)

Setelah Saddam Hussein digantung pada 30 Desember 2006, Irak mengalami peningkatan ketidakstabilan, konflik sektarian antara Sunni dan Syiah memanas, dan pemerintah baru yang dipimpin Syiah di bawah Perdana Menteri Nuri al-Maliki kesulitan mengendalikan kelompok-kelompok bersenjata, sementara ekonomi dan keamanan memburuk, menimbulkan demonstrasi dan kekerasan meluas di berbagai wilayah Sunni seperti Kirkuk, Anbar, dan Tikrit. 

Kondisi Politik dan Keamanan

Kekosongan Kekuasaan & Konflik Sektarian: Jatuhnya Saddam menciptakan kekosongan kekuasaan yang memperburuk perpecahan sektarian, memicu perang saudara antara kelompok Sunni dan Syiah.

Respons Terhadap Eksekusi: Eksekusi Saddam memicu kemarahan di kalangan Sunni, yang merasa itu bermotif politik, sementara sebagian besar warga Syiah merayakannya, meskipun beberapa merasa waktunya (saat Idul Adha) tidak pantas.

Ketidakmampuan Pemerintah: Pemerintah Maliki dianggap tidak mampu menghentikan kelompok militan Syiah seperti Mahdi Army pimpinan Muqtada al-Sadr, yang melakukan penculikan dan pembunuhan. 

Situasi Sosial dan Ekonomi

Kekacauan: Keamanan memburuk, harga barang naik drastis (minyak tanah, gas), dan pasokan listrik sangat terbatas.

Demonstrasi: Terjadi demonstrasi di daerah-daerah Sunni sebagai bentuk protes terhadap situasi keamanan dan ketidakmampuan pemerintah. 

Reaksi Internasional

Kritik Terhadap Pengadilan: Banyak pihak, termasuk Human Rights Watch dan Amnesty International, mengkritik persidangan Saddam sebagai tidak adil dan tidak memenuhi standar hak asasi manusia. 

Langkah Selanjutnya

Meskipun eksekusi Saddam dianggap mengakhiri harapan kembalinya rezimnya, kekerasan terus berlanjut, dengan beberapa pemimpin Sunni bahkan mulai mendukung pasukan AS sebagai upaya stabilitas. 
Hubungan antara Saddam Hussein dan Dasman Djamaluddin adalah penulis dan subjek; Dasman Djamaluddin menulis buku tentang Saddam Hussein, berjudul "Saddam Hussein : Menghalau Tantangan", yang terbit tahun 1998, berdasarkan pengalamannya saat diundang ke Irak dan berkomunikasi dengan Saddam, mengupas sosoknya dari sudut pandang yang mungkin berbeda dari narasi umum, meskipun Saddam telah jatuh dan meninggal sebelum buku itu terbit sepenuhnya. 

Inti Hubungan:

Penulis: Dasman Djamaluddin, seorang penulis Indonesia.

Subjek: Saddam Hussein, mantan Presiden Irak.

Karya: Buku biografi/profil Saddam Hussein: Saddam Hussein : Menghalau Tantangan.

Konteks: Dasman Djamaluddin mendapatkan akses langsung untuk mewawancarai dan mengamati Saddam di Irak pada awal 1990-an, termasuk saat Saddam masih berkuasa, dan menuliskan pandangannya tentang sosoknya yang kompleks.

Tujuan Buku: Menggali sisi lain dari Saddam Hussein, bukan hanya sebagai diktator, tetapi juga sebagai pemimpin yang menghadapi tantangan besar. 

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Perjalanan Hidup

MENGHADIRI PROMOSI DOKTOR ILMU SEJARAH RAISYE SOLEH HAGHIA

MENCATAT PERJALANAN KETUA UMUM PP MUSLIMAT NU YANG ADALAH JUGA GUBERNUR JAWA TIMUR KE MASJID AL-KUFAH, IRAK YANG PERNAH SAYA ALAMI TAHUN 2014