Kapan B.M.Diah Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional dan Di manakah Ibu Julia Diah Sekarang ?

Kapan B.M.Diah Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional dan Di manakah Ibu Julia Diah Sekarang ?

Oleh Dasman Djamaluddin,S.H.,M.Hum

(Penulis Buku: " Butir-Butir Padi B.M.Diah, Tokoh Sejarah yang Menghayati Zaman. " /Jakarta: Pustaka Merdeka, 1992)


Senin, 21 Mei 2018, ruangan Yayasan Pustaka Obor Indonesia yang terletak di Jalan Plaju, Jakarta itu dipenuhi para undangan. Waktu itu sedang diselenggarakan bedah buku: "Catatan B.M. Diah, Peran 'Pivotal' Pemuda Seputar Lahirnya Proklamasi 17-8-'45." Tema yang diusung waktu itu, "Idealisme dan Pragmatisme Pemuda Indonesia Masa Kini."

Berbicara tentang pemuda Indonesia adalah Sejarawan Asvi Warman Adam dan Bonnie Triyana. Sedangkan sebagai moderator saya sendiri, Dasman Djamaluddin, sekaligus penyunting dari buku tersebut. 

Sudah tentu peranan pemuda B.M.Diah yang menjadi Ketua Angkatan Baru Indonesia menjadi fokus yang dibahas. Buat saya, diskusi ini lebih berisi karena Sejarawan Asvi Warman Adam menegaskan bahwa B.M.Diah dan Herawati Diah patut menjadi Pahlawan Nasional.

B.M.Diah ini, kepanjangan namanya adalah Burhanudin Mohamad (B.M.) Diah. Ia putra Aceh, lahir di Kotaraja, Aceh, sekarang bernama Banda Aceh pada 7 April 1917 dan meninggal di Jakarta pada 10 Juni 1996 di usia 79 tahun.

Sementara Herawati Diah, istri B.M Diah bernama lengkap Siti Latifah Herawati Diah, lahir di Tanjung Pandan, Belitung, 3 April 1917 dan meninggal dunia di Jakarta pada hari Minggu, 30 September 2016 di usia 99 tahun.

Makam kedua tokoh pers ini berdampingan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Sudah tentu sangatlah tepat jika usulan Sejarawan Asvi Warman Adam agar B.M.Diah dan Herawati Diah agar menjadi Pahlawan Nasional diterima pemerintah Indonesia.

B.M.Diah dan Herawati Diah adalah tokoh pers. Pada 1 Oktober 1945, suami istri ini mendirikan sebuah koran perjuangan koran "Merdeka." Koran ini bertambah lama bertambah berkembang. Kemudian bertambahlah anak perusahaan dengan terbitnya Majalah "Topik," Mingguan "Merdeka," koran pertama berbahasa Inggris di Indonesia, "Indonesian Observer," dan Majalah "Keluarga."
Para mantan wartawan Grup Merdeka, pada 2009 menerbitkan sebuah buku berjudul: "Aku Wartawan Merdeka." Tahun 2015, Museum Perumusan Naskah Proklamasi membuat buku komik "B.M.Diah Wartawan Penyebar Semangat Kemerdekaan." Narasumber diambil dari saya yang pada tahun 1992 menulis buku "Butir-Butir Padi B.M. Diah (Tokoh Sejarah yang Menghayati Zaman), Pustaka Merdeka, 1992. Dari B.M.Diah ke B.M.Diah.

https://kilas24.com/cerita-di-balik-dua-istri-bm-diah-suami-siti-latifah-herawati-diah-yang-viral-di-google-doodle-hari-ini/

Ibu Julia, Di manakah Ia Sekarang ?

Inilah foto yang terdapat di buku yang saya tulis: "Butir-Butir Padi B.M.Diah," Julia Diah dan B.M.Diah. Julia Diah, isteri kedua B.M.Diah yang dinikahinya ketika B.M.Diah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Thailand.

Berita ibu Julia muncul, ketika ada yang mengatakan, ia telah meninggal dunia. Saya belum mendengar beritanya secara otentik.

Inilah foto-foto yang saya ambil dari Tempo:


Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Perjalanan Hidup

MENGHADIRI PROMOSI DOKTOR ILMU SEJARAH RAISYE SOLEH HAGHIA

MENCATAT PERJALANAN KETUA UMUM PP MUSLIMAT NU YANG ADALAH JUGA GUBERNUR JAWA TIMUR KE MASJID AL-KUFAH, IRAK YANG PERNAH SAYA ALAMI TAHUN 2014