Selamat Hari Ulang Tahun Pak Adi Soewarno, Dosen ketika di Universitas Negeri Cenderawasih, Abepura, Papua
Selamat Hari Ulang Tahun Pak Adi Soewarno, Dosen ketika di Universitas Negeri Cenderawasih, Abepura, Papua
Beberapa hari yang lalu, saya berkomunikasi dengan dosen saya ketika kuliah di Universitas Negeri Cenderawasih, Pak Adi Soewarno. Ia mengatakan terakhir dirinya ke Jakarta setahun yang lalu, karena kesehatan isteri kurang baik jadi hanya 2 hari di Jakarta.
Ya, saya karena tinggal di Depok, hal yang mudah bertemu di Jakarta. Tetapi ketika itu tidak sempat bertemu. Sejak selesai Sarjana Muda Lengkap, 20 Juni 1979.
Pak Adi sekarang tinggal di Malang, ia juga menambahkan tanggal 1 Agustus 2024 ini, usianya sudah 83 tahun. Saya sekali lagi mengucapkan Selamat Ulang Tahun, 1 Agustus 2024 hari ini, Pak Adi Soewarno.
Sebuah Kenangan
Saya pernah menulis di Kompasiana tentang Pak Adi Soewarno. Pada hari Sabtu, 27 Oktober 2018, Bapak Adi Soewarno,S.H, menampilkan foto Reuni Akbar mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) Angkatan 1983-2014 di Jayapura, tanggal 12 dan 13 Oktober 2018. Kalau dilihat dari angkatan, saya tidak tergabung di dalamnya, yaitu saya adalah Angkatan 1975, tetapi saya ikut gembira, karena panitia mampu dan sukses menyelenggarakan acara tersebut dengan sukses.
Ketika membaca FIHES, saya akrab dengan istilah itu. FIHES adalah Fakultas Ilmu-Ilmu Hukum, Ekonomi dan Sosial. Saya waktu itu di jurusan Hukum. Sistem pendidikan waktu itu di seluruh Indonesia menganut sistem tingkat. Pak Adi Soewarno selain sebagai dosen di masa itu, ia adalah juga Pembantu Dekan urusan Akademik. Dekan waktu itu adalah Drs Moh Arifandi. Ketika mahasiswa, yaitu sudah selesai mengikuti seluruh teori dari tingkat I, II dan III, setiap mahasiswa diwajibkan membuat Paper Ilmiah. Paper saya waktu itu berjudul: " Suatu Tinjauan tentang Hukum Adat Waris Minangkabau."
Naik ke Tingkat IV, beberapa bulan mengikuti mata kuliah, saya terjangkit penyakit malaria tropika. Saya pun tidak melanjutkan kuliah di Papua. Itulah akhir pengalaman saya di kampus Uncen, di Abepura. Studi saya lanjutkan ke Fakultas Hukum, Universitas Andalas, Padang dan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta. Terakhir, saya menyelesaikan S2 Ilmu Sejarah di FIB UI, Depok.
Sewaktu di Jurusan Hukum FIHES, Abepura, Papua ini, kehidupan antar umat beragama sangat rukun. Kenapa demikian, ketika saya sebagai Ketua Umum Lembaga Hukum, Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jayapura, kami menyelenggarakan kerja sama dengan Sekolah Tinggi Theologia Gereja Kristen Indonesia. Waktu itu saya menjabat tahun 1978-1979 dan 1979-1980. Pun Sekretaris saya Thaha al-Hamid, terakhir ia menjadi Sekretaris Dewan Papua. Buat saya dan Thaha, kerukunan antar umat beragama harus selalu dijaga dan dibina terus menerus.
Papua yang dahulu disebut Irian Barat, kemudian Irian Jaya, terakhir disebut Papua itu, kembali ke pangkuan ibu pertiwi pada 1 Mei 1963. Sedangkan Uncen itu berdiri pada 10 November 1962. Ini pulalah kunci keberhasilan Presiden Republik Indonesia waktu itu mempertahankan Irian Barat masuk ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena sejak tahun 1962, Indonesia sudah peduli dengan pendidikan rakyat di Papua. Itu merupakan salah satu alasan, bahwa Indonesia peduli dengan generasi mendatang di Papua.
Kita akui dalam Operasi Trikora yang dipimpin Mayor Jenderal Soeharto, Indonesia mengangkat senjata melawan Belanda. Itu terjadi hanya dua tahun, 19 Desember 1961-15 Agustus 1962. Akhirnya masalah Papua dibawa ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang melahirkan Persetujuan New York, 15 Agustus 1962. Australia yang semula mendukung Belanda, kemudian beralih mendukung Indonesia.
Perlu digarisbawahi di sini peran Adam Malik yang menggertak Amerika Serikat. Jika Papua tidak diserahkan kepada Indonesia, maka angkatan perang Uni Soviet yang sedang menuju Papua akan mengambil alih Papua. Waktu itu Presiden AS John F Kennedy mempertimbangkan pernyataan Adam Malik ini. Dari pada Papua menjadi komunis dan kepentingan perusahaan AS, Freeport terganggu, AS mendukung penuh Indonesia di forum PBB. Sekutu AS dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yaitu Belanda ditekan. Papua serahkan kepada Indonesia.
Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang semasa saya kuliah sering masuk kampus, itu hanya riak-riak kecil di tengah gelombang yang besar. Sejak penyerahan ke Indonesia, maka OPM dianggap gerakan ilegal. Organisasi ini lahir semasa Belanda menduduki Papua. Setelah Papua secara ;de facto," dan "de jure," masuk ke wilayah RI, maka gagal pula cita-cita Belanda membentuk boneka OPM.
Sejarah Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (FH UNCEN)
Lahir bersama-sama dengan lahirnya Universitas Negeri Cenderawasih (UNCEN), pada tanggal 10 November 1962 di Provinsi Papua yang ketika itu bernama Provinsi Irian Barat, didirikan pendidikan Jurusan Hukum, yang bernaung di bawah Fakultas Hukum Ketatanegaraan dan Ketataniagaan (FHKK).
Berdasarkan Keputusan Bersama Wakil Menteri Pertama Kordinator Urusan Irian Barat dan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 140/PTIP/Tahun 1962 pada tanggal 10 November 1962, serta Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 389 Tahun 1962 pada tanggal 31 Desember 1962, menetapkan pendirian UNCEN. di Jayapura yang ketika itu bernama Kota Baru, yang memiliki 4 (empat) Fakultas, yaitu:
- Fakultas Hukum, Ketatanegaraan dan Ketataniagaan;
- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan;
- Fakultas Pertanian;
Fakultas Peternakan.
FHKK memiliki 3 (tiga) jurusan, yaitu Jurusan Hukum, Jurusan Ketatanegaraan, dan Jurusan Ketataniagaan. Selanjutnya, berdasarkan Keputusan Rektor UNCEN Nomor P-14/A/1978 pada tanggal 20 Maret 1978, dilakukan pengembangan kelembagaan FHKK dan diubah namanya menjadi Fakultas Ilmu-Ilmu Hukum Ekonomi dan Sosial (FIHES), yang memiliki 4 (empat) jurusan, yaitu Jurusan Hukum, Jurusan Ketatanegaraan, Jurusan Ketataniagaan dan Jurusan Linguistik Antropologi.
Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 1982 sebagai dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0576/0/1983, dilakukan kebijakan pengembangan terhadap fakultas-fakultas dan jurusan di lingkungan UNCEN. FIHES dikembangkan menjadi 2 (dua) fakultas yaitu :
Fakultas Hukum;
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Seterusnya, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 239/Dikti/Kep/1996 pada tanggal 11 Juli 1996 tentang Program Studi pada Program Sarjana Universitas Cenderawasih, ditetapkan Fakultas Hukum yang memiliki 2 (dua) jurusan, yaitu Jurusan Hukum Keperdataan dan Jurusan Hukum Pidana.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17/D/O/1993 tanggal 24 Februari 1993, dan diganti dengan Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 0325/U/1994 tanggal 9 Desember 1994, jurusan pada Fakultas Hukum dihapus, dan Fakultas Hukum hanya memiliki 1 (satu) program studi, yaitu Program Studi Ilmu Hukum.
Pimpinan Fakultas
Sejarah kepemimpinan FH UNCEN yang dibentuk secara kelembagaan pada tahun 1983 sampai saat ini, sebagai berikut:
Periode 1983 – 1986
Dekan : Nathaniel Kaiway, S.H.
Pembantu Dekan I : Henk Ramandey, S.H.
Pembantu Dekan II : Supardi Syamsir Manan, S.H.
Pembantu Dekan III : Marthen F. Kareth, S.H.
Periode 1986 – 1991
Nathaniel Kaiway, S.H.
Pembantu Dekan I : Henk Ramandey, S.H.
Pembantu Dekan II : Supardi Syamsir Manan, S.H.
Pembantu Dekan III : Darius Mamoribo, S.H.
Periode 1991 – 1993
Dekan : Henk Ramandey, S.H.
Pembantu Dekan I : Adi Soewarno, S.H.
Pembantu Dekan II : Johannes H, Krey, S.H.
Pembantu Dekan III : Marthen F. Kareth, S.H.
Periode 1994 – 1997
Dekan : Adi Soewarno, S.H.
Pembantu Dekan I : Ispurwandoko Susilo, S.H.
Pembantu Dekan II : Johannes H. Krey, S.H.
Pembantu Dekan III : Marthen F. Kareth, S.H.
Periode 1997 – 2001
Dekan : Adi Soewarno, S.H.
Pembantu Dekan I : Onesimus Sahuleka, S.H., M.Hum.
Pembantu Dekan II : Johannes H. Krey, S.H.
Pembantu Dekan III : F.Z.S. Simatauw, S.H.
Periode 2001 – 2004
Dekan : Johannes H. Krey, S.H.
Pembantu Dekan I : Onesimus Sahuleka, S.H., M.Hum.
Pembantu Dekan II : Hendrik J. Krisifu, S.H., M.A.
Pembantu Dekan III : Marthinus Solossa, S.H., M.Hum.
Periode 2004 - 2009
Dekan : Marthinus Solossa, S.H., M.Hum.
Pembantu Dekan I : Kadir Katjong, S.H., M.A.
Pembantu Dekan II : Wiliiam H. Reba, S.H., M.Hum.
Pembantu Dekan III : Darius Mamoribo, S.H.
Periode 2009 – 2013
Dekan : Marthinus Solossa, S.H., M.Hum.
Pembantu Dekan I : Prof. Dr. M. Hetharia, S.H., M.A., M.Hum.
Pembantu Dekan II : Ispurwandoko Susilo, S.H., M.Hum.
Pembantu Dekan III : Johan Rongalaha, S.H., M.Hum.
Periode 2013 – 2017
Dekan : Dr. Hendrik Herman J. Krisifu, S.H., M.A.
Pembantu Dekan I : Prof. Dr. M. Hetharia, S.H., M.A., M.Hum.
Pembantu Dekan II : Rehabeam Mofu, S.H., M.H.
Pembantu Dekan III : Johan Rongalaha, S.H., M.Hum.
Periode 2017 - 2021
Dekan : Hendrik Herman J. Krisifu, S.H., M.A.
Pembantu Dekan I : Frans Reumi, S.H., M.A., M.H.
Pembantu Dekan II : Rehabeam Mofu, S.H., M.H.
Pembantu Dekan III : Yustus Pondayar, S.H., M.H.
Periode 2021 - 2025
Dekan : Frans Reumi, S.H., M.A., M.H
Pembantu Dekan I : Yusak E. Reba,S.H.,M.H
Pembantu Dekan II : Herry M. Polontoh,S.H.,M.Hum
Pembantu Dekan III : Winna Amalia A. Senandi,S.H.,M.Hum