KETIKA KENANGAN DI S1 FHUI DAN S2 ILMU SEJARAH FIB-UI ITU MUNCUL SEAKAN KEMBALI JADI KENYATAAN
KETIKA KENANGAN DI S1 FHUI DAN S2 ILMU SEJARAH FIB-UI ITU MUNCUL SEAKAN KEMBALI JADI KENYATAAN
Setiap orang pasti memiliki sebuah kenangan, begitu pula saya. Kenangan yang sangat berkesan itu adalah ketika saya menjadi mahasiswa FHUI Ekstensi.
Pertama, berdasarkan Surat Keputusan Dekan FHUI yang pada waktu itu dijabat Prof RM Girindro Pringodigdo, Nomor: 185/I/09/1997 tentang Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Program Ekstensi FHUI Tahun Akademik 1996/1997, saya (mahasiswa) diangkat sebagai Wakil Ketua II/Ketua Harian. sedangkan Ketuanya Pak Afdol SH.
Saya selesi Sarjana Hukum di FHUI pada tanggal 22 Agustus 2003
Mengutip data dari:
BEM FHUI
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia
Kampanye Bakal Calon Ketua ILUNI FHUI 2008-2011
“‘Bila tua nanti kita telah hidup masing-masing ingatlah hari ini”, demikian potongan lirik dari lagu berjudul ‘ingatlah hari ini’ dari Project Pop. Ternyata lirik tersebut dapat dinyanyikan untuk para alumni FH UI yang kembali berkumpul dalam suatu acara bertajuk “warming up party” di Bugs Café, Pondok Indah (10/7). Usia tak akan menjadi hambatan dalam sebuah kenangan akan persahabatan… Hari Kamis, 10 Juli 2008 di Bugs Café Pondok Indah telah diadakan acara kampanye calon ketua ILUNI Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). Acara tersebut dihadiri oleh alumni FHUI dari berbagai angkatan. Adapun lima calon ketua ILUNI FHUI yang terdaftar yaitu:
Dasman Djamaluddin, S.H., M.Hum
Pria kelahiran Jambi, 22 September 1955 ini merupakan alumnus FH UI program ekstensi angkatan 1995. Setelah lulus pada tahun 2003, ia melanjutan pendidikan di FIB Ui jurusan ilmu sejarah. Dasman bekerja sebagai pimpinan redaksi majalah Fakta dan Hukum, direktur eksekutif LPSS (Lembaga Pengkajian Sejarah Supersemar). Sosoknya yang pendiam ternyata ramai dalam prestasi khususnya karya berupa buku dan tulisan, salah satu bukunya yang terkenal adalah Jenderal TNI Anumerta Jenderal Basoeki Rachmat dan Supersemar. Dasman mengatakan perasaannya saat dicalonkan sebagai alah satu kandidat cukup berbangga bahkan ini merupakan pencalonan ketiga kalinya untuk menjadi calon ketua ILUNI.
” Saya tidak mempersoalkan menang atau kalah” ujar Dasman saat ditanya mengenai kansnya sebagai pemenang diantara kelima kandidat. Singkat kata, Dasman merupakan sosok alumni FH UI yang ingin memimpin ILUNI untuk menjadi lebih baik lagi di kemudian hari dan ILUNI FH UI kelak dapat merangkul semua angkatan tanpa hanya terpusat di satu angkatan.
DR. Chandra Motik Yusuf, S.H., M.Sc.
Chandra Motik merupakan nama yang familier di telinga namun siapakah Chandra Motik?
Ia adalah sosok wanita feminim tercantik diantara kelima kandidat tentunya karena ia merupakan satu-satunya kandidat wanita, yang terkenal dengan rambutnya yang indah. Chandra Motik bekerja sebagai penasehat ahli kepala staf TNI AL bidang maritim dan hukum dan sebagai legal consultants law firm miliknya. Chandra Motik terpilih menjadi salah satu kandidat setelah melalui perbincangan ringan dengan para sahabatnya yang zaman mahasiswa dahulu merupakan gank warung senggol. Dari perbincangan itu lah muncul ide untuk mencalonkan dirinya yang datang dari para sahabat. Visi seorang Chandra Motik terhadap ILUNI adalah bagaimana kelak ILUNI FH UI dapat menjadi wadah berkumpulnya para alumni FH UI yang solid dan bersatu.
Asrul Harun, S.H., M.Kn.
Pria murah senyum yang saat warming up party datang mengenakan jas rapi ini merupakan salah seorang alumni FH UI dari angkatan 1995. Asrul lahir di Medan, 23 Oktober 1948 dan kini ia berprofesi sebagai pengusaha dan konsultan hukum di ”ASA” law firm Jakarta. Asrul berbangga hati karena dapat dicalonkan sebagai salah satu kandidat calon ketua ILUNI oleh beberapa rekannya semasa di FH UI dahulu. Sebagai calon kandidat Ketua ILUNI FH UI Asrul berpesan pada adik-adik mahasiswa FH UI untuk berpikir positif tentang dosen walau segalak apapun dosen itu. ”Jangan pernah berpikir tentang dosen killer, killer itu datang dari diri kita sendiri dan jangan pernah putus sekolah hanya karena biaya, selalu rajinlah belajar maka bantuan pasti akan datang” ujarnya di sela-sela warming up party.
Gandjar Laksmana Bonaprata Bondan, S.H., M.H.
Di antara kelima kandidat ketua ILUNI, Gandjar merupakan kandidat termuda. Pria kelahiran Pekalongan, 9 Februari 1971 yang akrab disapa bang Gandjar ini saat warming up party datang mengenakan training dan helm sepeda di tangan setelah menempuh perjalanan dengan menggunakan sepeda dari kampus UI menuju pondok indah. Gandjar yang berprofesi sebagai dosen di FH UI dan pengacara, sosoknya yang karismatik menyimpan segudang mimpi untuk ILUNI kelak. Visi seorang Gandjar untuk ILUNI adalah agar kelak ILUNI dapat menjadi organisasi yang mampu menjadi mitra pengembangan universitas.
Chudry Sitompul, S.H., M.H.
Sama halnya dengan Gandjar Laksmana, Chaudry Sitompul merupakan salah seorang kandidat Ketua ILUNI yang berprofesi sebagai dosen di FH UI. Chudry lahir di Jakarta, 12 Desember 1955 dan merupakan alumni FH UI dari angkatan 1986. Sama halnya dengan kandidat lainnya Chudry pun memiliki keinginan untuk memajukan ILUNI FH UI sebagai atu organisasi kealumnian yang memiliki sekretariat jelas dan bergerak sebagai penghubung antar alumni kelak.
Setiap calon masing-masing diberi waktu lima menit untuk melakukan kampanyenya. Bapak Dasman memperoleh kesempatan pertama untuk melakukan kampanye. Ini adalah kali kedua bagi Beliau mencalonkan diri sebagai calon Ketua ILUNI FHUI. Beliau mengungkapkan visinya bahwa Beliau ingin memangkas birokrasi dan menginginkan ILUNI FHUI memiliki kejujuran. Dalam kampanyenya, Bapak Dasman mengatakan bahwa Beliau adalah seorang penulis buku, Beliau juga memperlihatkan sebuah majalah yang bernama FAHUM (Fakta Hukum) yang dibuatnya bekerja sama dengan Mabes POLRI.
Usai Bapak Dasman melakukan kampanye, Bapak Choudry Sitompul atau lebih dikenal dengan Bang Ucok memperoleh giliran kedua untuk melakukan kampanye. Bang Ucok mengatakan bahwa Beliau tidak mau terlalu muluk-muluk asalkan workable, ”Saya ingin ILUNI FHUI menjadi organisasi yang berperan untuk mencapai cita-cita bangsa,” ujar pria yang saat ini tercatat sebagai Dosen Tetap FHUI.
Kampanye ketiga disusul oleh Ibu Chandra Motik yang menjadi satu-satunya kandidat wanita dalam pencalonan Ketua ILUNI FHUI. Menurutnya, menjadi ketua ILUNI FHUI bukanlah tugas yang mudah, ”Ia harus bersedia mengorbankan materi, waktu, dan mau kerja keras.”
Kandidat keempat calon Ketua ILUNI FHUI disusul oleh Gandjar Laksmana Bonaprapta Bondan yang sering dipanggil oleh mahasiswa Bang Gandjar. Uniknya, Bang Gandjar yang memang terkenal humoris ini datang menuju Bugs Cafe dengan menggunakan sepeda. Beliau mengusung tema Kebersamaan, Kebanggaan, dan Kehormatan dalam kampanyenya.
Usai Bang Gandjar melakukan kampanya, disusul oleh Bapak Asrul Harun sebagai kandidat terakhir yang melakukan kampanye. Dalam kampanyenya, Beliau bersedia menyediakan kantornya untuk dijadikan sekretariat ILUNI FHUI.
Di sela-sela kampanye Tim Jurnalistik menyempatkan untuk melakukan wawancara dengan beberapa alumni FHUI. Bapak Teuku Nasrullah atau lebih dikenal dengan Bang Ullah dari angkatan ’82, praktisi hukum terkenal sekaligus pengajar Mata Kuliah Hukum Acara Pidana paling fenomenal di FHUI mengatakan bahwa acara seperti ini dapat menjadi sarana silaturahmi begitu para alumni lulus. Beliau mengaku bahwa setelah lulus kuliah, sulit sekali untuk dapat bertemu dengan teman-teman, ”ini dapat menjadi momentum untuk membangun UI ke depan dan memberi sikap,” ucapnya. Ketika ditanya mengapa Beliau tidak turut mencalonkan diri padahal begitu banyak alumni yang mendukungnya untuk maju, Beliau mengatakan, ”Saya tidak ikut mencalonkan karena Saya sadar diri, sadar kemampuan. Kalau hanya ingin sekedar memperoleh jabatan, Saya mungkin dapat ikut. Akan tetapi, kalau dilihat dari segi motivasi, Saya tidak punya kemampuan untuk itu.” Beliau juga menambahkan bahwa seorang Ketua ILUNI FHUI harus bersedia mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan biaya.
”Saya merasa masih terbatas baik waktu, tenaga, pikiran, apa lagi biaya.” ujarnya sambil tertawa dan mengatakan bahwa tidak menuntup kemungkinan bila Beliau ikut untuk pencalonan ILUNI FHUI ke depan. Menurutya, seorang Ketua ILUNI FHUI harus memiliki keluasan jaringan dan siap berkorban.
Selesai S1 FHUI, saya melanjutkan S2 Ilmu Sejarah FIB-UI. Selesai Magister Humaniora (M.Hum) pada tanggal 16 Januari 2007, Program Pascasarjana Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI)