MENGENANG PERSAHABATAN TERLAMA DENGAN MANTAN KETUA UMUM PENGURUS BESAR (PB) HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) AHMAD ZACKY SIRADJ

MENGENANG PERSAHABATAN TERLAMA DENGAN MANTAN KETUA UMUM PENGURUS BESAR (PB) HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) AHMAD ZACKY SIRADJ

Pada tanggal 6 November 2017, saya masih berada di Kampung Dangduer, Garut, bersama anggota DPR Ahmad Zacky Siradj. Sebagai wakil rakyat waktu itu, sudah merupakan amanah untuk menyerap aspirasi warga yang mendukungnya duduk di lembaga legislatif itu.

Buat saya, kedatangan ke kampung ini mengingatkan saya akan sebuah kenangan di tahun 1977 hingga 1979, kenalan pertama kali dengan aktifis HMI dari Garut ini yang juga adalah mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Kenapa harus Papua ? Karena di sanalah awal pertama kali bertemu dengan beliau ditemani Bung Karmin, pengurus PB HMI yang sedang berkunjung ke Papua. Saya waktu itu sebagai Sekretaris I HMI Cabang Jayapura dan Ketua Umum Lembaga Hukum HMI Cabang Jayapura.

Sewaktu di Jakarta, kami berfoto bertiga:

NOSTALGIA PENGURUS HMI | Dari kiri: DASMAN DJAMALUDDIN (Sekr… | Flickr https://share.google/PMEuL2Yl56FX635aN

Dari kiri: DASMAN DJAMALUDDIN (Sekretaris I HMI Cabang Jayapura 1977-1978, Ketua Umum LHMI HMI Cabang Jayapura 1978-1979 dan 1979-1980, Ketua Umum LHMI HMI Cabang Padang 1980-1981). AHMAD ZACKY SIRADJ (Ketua Umum PB HMI 1981-1983).KHAIMUDDIEN ACHMAD (Ketua Umum HMI Cabang Jayapura 1977-1978).

MENGENAL PERTAMA KALI DI JAYAPURA, PAPUA:

Saya di Jayapura, Papua, kuliah di Universitas Negeri Cenderawasih (UNCEN). Kalau dilihat dari angkatan, saya adalah Angkatan 1975.

Ketika membaca FIHES, saya akrab dengan istilah itu.  FIHES adalah Fakultas Ilmu-Ilmu Hukum, Ekonomi dan Sosial. Saya waktu itu di jurusan Hukum. Sistem pendidikan waktu itu di seluruh Indonesia menganut sistem tingkat. Selesai mengikuti seluruh teori dari tingkat I, II dan III, setiap mahasiswa diwajibkan membuat Paper Ilmiah. Paper saya waktu itu berjudul: " Suatu Tinjauan tentang Hukumm Adat Waris Minangkabau."

Naik ke Tingkat IV beberapa bulan mengikuti mata kuliah, saya terjangkit penyakit malaria tropika. Saya pun tidak melanjutkan kuliah di Papua. Itulah akhi pengalaman saya di kampus UNCEN di Abepura. Studi saya lanjutkan ke Fakultas Hukum, Universitas Andalas, Padang dan Fakulta Hukum Universitas Indonesia, Jakarta.

Di Jurusan Hukum FIHES, Abepura, Papua ini, kehidupan antar umat beragama sangat rukun. Kenapa demikian, ketika saya sebagai Ketua Umum Lembaga Hukum, Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jayapura, kami menyelenggarakan kerja sama dengan Sekolah Tinggi Theologia Gereja Kristen Indonesia. Waktu itu saya menjabat tahun 1978-1979 dan 1979-1980. Pun Sekretaris saya Thaha al-Hamid, terakhir ia menjadi Sekretaris Dewan Papua. Buat saya dan Thaha, kerukunan antar umat beragama harus selalu dijaga dan dibina terus menerus.

Papua yang dahulu disebut Irian Barat, kemudian Irian Jaya, terakhir disebut Papua itu, kembali ke pangkuan ibu pertiwi pada 1 Mei 1963. Sedangkan UNCEN itu berdiri pada 10 November 1962. Ini pulalah kunci keberhasilan Presiden Republik Indonesia waktu itu Bung Karno mempertahankan Irian Barat masuk ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena sejak tahun 1962, Indonesia sudah peduli dengan pendidikan rakyat d Papua. Itu merupakan salah satu alasan, bahwa Indonesia peduli dengan generasi mendatang di Papua.

Kita akui dalam Operasi Trikora yang dipimpin Mayor Jenderal Soeharto, Indonesia mengangkat senjata melawan Belanda. Itu terjadi hanya dua tahun, 19 Desember 1961-15 Agustus 1962. Akhirnya masalah Papua dibawa ke Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melahirkan Persetujuan New York, 15 Agustus 1962. Australia yang semula mendukung Belanda, kemudian beralih mendukung Indonesia

Perlu digarisbawahi di sini peran Adam Malik yang menggertak Amerika Serikat. Jika Papua tidak diserahkan kepada Indonesia, maka angkatan perang Uni Soviet yang sedang menuju Papua akan mengambil alih Papua. Waktu itu Presiden AS John F Kennedy mempertimbangkan pernyataan Adam Malik ini. Dari pada Papua menjadi komunis dan kepentingan perusahaan AS, Freeport terganggu, AS mendukung penuh Indonesia di forum PBB. Sekutu AS dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yaitu Belanda ditekan. Papua serahkan kepada Indonesia.

Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang semasa saya kuliah sering masuk kampus, itu hanya riak-riak kecil di tengah gelombang yang besar. Sejak penyerahan ke Indonesia, maka OPM dianggap gerakan ilegal. Organisasi ini lahir semasa Belanda menduduki Papua. Setelah Papua secara ;de facto," dan "de jure," masuk ke wilayah RI, maka gagal pula cita-cita Belanda membentuk boneka OPM

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Perjalanan Hidup

Ibnu Sutowo dan Pontjo Sutowo yang Saya Kenal

MENCATAT PERJALANAN KETUA UMUM PP MUSLIMAT NU YANG ADALAH JUGA GUBERNUR JAWA TIMUR KE MASJID AL-KUFAH, IRAK YANG PERNAH SAYA ALAMI TAHUN 2014