MEMPERINGATI HARI KEMANUSIAAN SEDUNIA, 19 AGUSTUS 2026, MENGINGATKAN SAYA KE KOTA BAGHDAD.
Ratusan pekerja bantuan berada di kantor PBB di Baghdad, yang bertempat di Hotel Canal, pada saat ledakan terjadi pada tahun 2003.
Elpida Rouka,
pekerja bantuan PBB yang juga tewas
Elpida Rouka (kiri) setelah serangan bom pada Agustus 2003, yang menurutnya membuatnya "bingung dan linglung"
Sumber: BBC News
Saya dua kali ke Baghdad, ibu kota Irak. Pertama, tahun 1992, kedua, tahun 2014. Sudah tentu tahun itu tidak terjadi pegeboman dan kerusuhan di ibu kota 1001 malam itu.
Hari Kemanusiaan Sedunia atau World Humanitarian Day diperingati setiap tanggal 19 Agustus. Pada tanggal 19 Agustus 2003, serangan bom di Hotel Canal di Baghdad, Irak, menewaskan 22 pekerja kemanusiaan, termasuk Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal untuk Irak, Sergio Vieira de Mello.
Peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengenang para pekerja kemanusiaan sekaligus menghargai aksi kemanusiaan global.
Lima tahun kemudian, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi 63/139 yang menetapkan tanggal 19 Agustus sebagai Hari Kemanusiaan Sedunia.
Ini bukan kali pertama pekerja kemanusiaan diserang. Misalnya, pada tahun 1996 enam delegasi medis Palang Merah dibunuh di dalam rumah sakit lapangan mereka di Chechnya.
Namun, serangan langsung dan terang-terangan terhadap markas besar PBB, dengan bendera biru yang terkenal berkibar jelas di atasnya, mengguncang fondasi persepsi PBB sendiri tentang dirinya.
Elpida mengatakan bahwa dia adalah seorang wanita berusia 24 tahun yang "sangat bersemangat dan penuh antusiasme". "Mengira bendera biru PBB tidak dapat disentuh."
Laura menambahkan: "Tanggal 19 Agustus adalah hari di mana kami kehilangan kepolosan itu."
Sejak tahun 2003, terjadi lebih banyak serangan terhadap PBB dan lembaga bantuan lainnya. Pada tahun 2007, 10 pekerja PBB tewas ketika sebuah bom mobil menargetkan gedung-gedung PBB di Aljir. Pada tahun 2011, 18 orang tewas ketika markas besar PBB di Abuja, Nigeria, diserang.
Menurut Basis Data Keamanan Pekerja Bantuan, pada tahun 2022 terjadi 235 serangan terhadap pekerja bantuan , dan 116 di antaranya tewas.